Berita terkini, Daerah, Intisari

Mengapa Pruning Pada Tanaman Kelapa Sawit Penting?

pruning atau pemangkasan daun sawit (www.istockphoto.com)

JAKARTA – Pengurangan daun-daun kelapa sawit atau lebih dikenal sebagai pruning sangat melekat pada perkebunan kelapa sawit. Tapi mengapa penting untuk melakukan pruning kelapa sawit ini? Mari kita dalami lebih lanjut di artikel kali ini.

Pruning adalah tindakan teknis budidaya yang memangkas daun – daun yang cenderung tua, dan mengumpulkannya di area celah antara pohon.


Praktek ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen tanaman, karenanya tindakan ini perlu dilakukan dengan cermat karena jumlah daun sangat mempengaruhi kuantitas TBS (Tandan Buah Segar) yang dapat dihasilkan oleh pohon kelapa sawit.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa semakin banyak daun pada tanaman, semakin tinggi pula produktivitasnya karena proses fotosintesis yang lebih besar. Terlalu banyak jumlah daun juga berarti akan membuat nutrisi ke buah semakin sedikit.

Oleh karena itu, setiap pohon kelapa sawit harus mempertahankan jumlah daun optimal, untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk dan mempermudah akses kebun.

Inilah cara yang tepat untuk melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit:



1. Potong semua daun yang sudah mati atau hampir mati;
2. Hitung jumlah daun yang tersisa dan tentukan daun mana yang perlu dipangkas;
3. Potong daun sedekat mungkin dengan batang, tanpa merusak kelapa di sekitarnya, daun lainnya, atau batang sawit;
4. Setelah dipangkas, potong setiap daun menjadi dua bagian, dan letakkan bagian bawahnya (bagian tangkai tebal dengan duri tajam) di tumpukan daun di belakang pohon untuk menghindari risiko terluka;
5. Tempatkan bagian atas potongan daun di tumpukan daun pada sisi kanan dan kiri pohon sawit sehingga terlihat seperti ‘bentuk kotak’.


Dengan mengumpulkan pelepah sawit dalam wadah berbentuk kotak, unsur hara dan materi organik akan tersebar, dan pelepah akan cepat terurai karena tumpukan tidak terlalu tinggi.

Mengumpulkan pelepah juga menyediakan ruang yang lebih luas bagi petani untuk bergerak dengan leluasa, dan mencegah erosi tanah.


Kemudian, pruning ini sebaiknya dilakukan pada saat yang tepat sebelum musim produksi mencapai puncak, sehingga panen dapat dilakukan dengan lebih efektif dan selama masa kemarau.

Sumber : sawitsetara.net

Tinggalkan komentar